Dalam rangka menguatkan basis paradigmatik pengembangan FITK, penjalinan kerjasama akademik dengan lembaga pendidikan tinggi lainnya, serta sharing dan belajar terkait kajian sistem layanan akademik dan umum, FITK adakan kegiatan Benchmarking ke Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung, Kamis (16/11). Kegiatan yang diadakan tiga hari berturut-turut tersebut dipimpin secara langsung oleh Dekan FITK, Dr. H. Giyoto, M.Hum., dengan mengajak rombongan sejumlah kurang lebih 41 orang.

Ketika rombongan sampai di STP Bandung, Ketua STP NHI Bandung, DR. Anang Sutono, MM.Par., CHE., tidak bisa menyambut secara langsung dikarenakan beliau sedang mengikuti Lemhanas sampai akhir November. Sehingga saat kegiatan tersebut berlangsung pihak STP NHI Bandung diwakili oleh Pembantu Ketua 2, Rachmat Syam, S.Sos., MM.Par., dan Asisten Pembantu Ketua 1, Budi Wibowo, SE., MM.Par.

Dekan FITK sebagai perwakilan pihak FITK menyampaikan maksud dan tujuan berkunjung ke STP Bandung. Rombongan FITK juga melakukan site visit ke beberapa tempat di STPB, salah satunya perpustakaan. Pada kegiatan tersebut juga berlangsung sesi tanya jawab terkait metode-metode yang digunakan untuk menjalankan kegiatan terkait akademik dan umum. STP Bandung menyampaikan bahwasannya pihak STPB sangat mengedepankan kedisiplinan mahasiswa serta greeting bagi seluruh civitas STPB. Sekolah tinggi yang tengah mengembangkan sistem akademik Sisak tersebut juga menggunakan salah satu metode penilaian dosen oleh mahasiswa sebagai penjaminan mutu yang diterapkan.

Pihak STP menerangkan bahwasannya STPB sangat berusaha menguatkan relasi mereka dengan alumni melalui tracer study yang mereka kembangkan melalui sistem. Sekolah yang 25,87% alumninya bekerja di negara Uni Emirat Arab tersebut menargetkan 10 hingga 14% mahasiswa nya menjadi wirausahawan. Akan tetapi meskipun demikian mereka menyampaikan bahwa hasil dari tracer study yang mereka lakukan adalah 52% dari alumni bekerja sebagai penyedia akomodasi.  Sekolah yang mempunyai 14 prodi berakreditasi A semua tersebut juga membuka prodi yang memang langsung fokus ke bidang masing-masing.