Alhamudulillahirabbil’alamin, Unit Konsorsium FITK bisa menyelenggarakan kembali diskusi dosen rutin yang sempat rehat beberapa waktu. Kali ini merupakan diskusi putaran VII yang bertempat di laboratirium PIAUD Gedung E. 1.4. selain untuk ajang silaturahmi segenap dosen FITK, pada diskusi putaran ini dihadiri oleh beberapa muka baru yaitu para dosen baru yang siap mengadikan dan membawa nama besar FITK ke ranah Global. Diskusi rutin ini diharapkan sebnagai ajang untuk sharing gagasan, perspesi dan juga keilmuan.

Sebagai pemateri pada kesempatan ini yaitu Ketua Jrusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Ibu Dr. Hj. Khoiriyah, M.Ag. atau lebih akrab disapa Bu Ira. Bu Ira memaparkan tentang Sistem Pendidikan Islam: Reguler Versus Akselerasi. Berdasarkan Penelitian beliau, bahwasanaya kecerdasarn seorang dibagi menjadi di bawah rerata, rerata dan diatas rerata. Untuk di kelas rerata sudah diberi wadah yaitu SLB (Sekolah Luar Biasa), untuk rerata diberi wadah kelas regular, tetap di atas rerata diwadahi dengan kelas akselerasi. Hal ini yang mendorong pemerintah untuk menyelenggarakan program percepatan belajar.

Kelas akselerasi hanya didasarkan pada kecerdasan intelektual yaitu diverifikasi IQ atau segi Kognitif saja. Sehingga memunculkan banyak respon dari peserta diskusi yang menanyakan tentang psikomotorik, kecemburuan sosial, faktor gengsi, reform manajemen pendidikan. Dekan FITK, Dr. H. Giyoto, M.Hum. yang berkenan hadir berupaya menciptakan output yang tidak hanya dominan dari segi kognitif saja, tetapi juga unggul dalam segi psikomotorik dalam hal ini menuntut kecerdasarkan interpersonal dan interpersonal output yang unggul melalui bilingual program terutama kefasihan dalam bahasa Inggris. (Umum_FITK)