Bg

Berita - FAB IAIN Surakarta

Pengembangan Kemahasiswaan : Sebuah Telaah Awal

25 November 2015

Pengantar

Dunia mahasiswa memang unik. Keunikannya banyak disampaikan oleh penulis fiksi dan non fiksi. Keunikan mahasiswa di dunia fiksi disampaikan melalui puisi oleh dua orang tokoh, yaitu WS. Rendra dan Taufiq Ismail.

Puisi WS. Rendra yang langsung bersinggungan dengan dunia mahasiswa berjudul “Sajak Pertemuan Mahasiswa”, diantaranya mengkritik mahasiswa berikut ini:

…………………………………………….

…………………………………………….

Kita bertanya :
Kenapa maksud baik tidak selalu berguna.
Kenapa maksud baik dan maksud baik bisa berlaga.
Orang berkata “ Kami ada maksud baik “
Dan kita bertanya : “ Maksud baik untuk siapa ?”

Ya ! Ada yang jaya, ada yang terhina
Ada yang bersenjata, ada yang terluka.
Ada yang duduk, ada yang diduduki.
Ada yang berlimpah, ada yang terkuras.

Dan kita di sini bertanya :
“Maksud baik saudara untuk siapa ?
Saudara berdiri di pihak yang mana ?”

Kenapa maksud baik dilakukan
tetapi makin banyak petani yang kehilangan tanahnya.
Tanah-tanah di gunung telah dimiliki orang-orang kota.
Perkebunan yang luas
hanya menguntungkan segolongan kecil saja.
Alat-alat kemajuan yang diimpor
tidak cocok untuk petani yang sempit tanahnya.

Sekarang matahari, semakin tinggi.
Lalu akan bertahta juga di atas puncak kepala.
Dan di dalam udara yang panas kita juga bertanya :
Kita ini dididik untuk memihak yang mana ?
Ilmu-ilmu yang diajarkan di sini
akan menjadi alat pembebasan,
ataukah alat penindasan ?

…………………………………………….

…………………………………………….

Puisi tersebut mengkritik para penghuni di perguruan tinggi terutama mahasiswa harus berfikir ulang tentang posisi mereka. Mahasiswa semestinya harus bisa berposisi bersama rakyat dalam rangka pembebasan sebuah bangsa dari ilmu yang dimilikinya.

Permasalahan yang terjadi ketika posisi tidak jelas pada diri dikarenakan mahasiswa takut terhadap sesuatu. Seperti Puisi berikut ini:

TAKUT 66, TAKUT 98 ~ Taufiq Ismail

Mahasiswa takut pada dosen

Dosen takut pada dekan

Dekan takut pada rektor

Rektor takut pada menteri

Menteri takut pada presiden

Presiden takut pada mahasiswa

Puisi tersebut menunjukkan bahwa meskipun mahasiswa adalah makhluk yang berani, ternyata mereka masih memiliki rasa takut. Ketakutan itu bersifat lingkaran setan tak berujung.

Kemahasiswaan Dalam Konteks Kajian Formal

Urusan kemahasiswaan di Perguruan Tinggi (PT) memang kurang populer menjadi kajian di Indonesia, termasuk menjadi kajian di mata kuliah, konsentrasi maupun kajian pada strata-1, strata-2, maupun strata-3 di program studi manajemen pendidikan ataupun administrasi pendidikan. Begitupula tingkatan kosentrasi dari program studi maupun tingkatan mata kuliah juga tidak begitu kelihatan. Begitupula untuk menjadi praktisi kemahasiswaan banyak orang kurang berminat menekuninya.

Secara akademik, kalau dilihat beberapa webiste perguruan tinggi di Indonesia di semua jenjang tidak ada yang mengkaji hal tersebut. Termasuk perguruan tinggi yang menyelenggarakan magister manajemen pendidikan tinggi juga tidak ada mata kuliah ataupun konsentrasi yang mengkaji secara mendalam tentang urusan kemahasiswaan. Sementara kajian ini sangat penting bagi pengelolaan pendidikan karena dinamikanya berkaitan dengan semua aspek kehidupan terutama di negara berkembang.

Meskipun tidak ada kajian di dalam negeri tetapi secara internasional ada lembaga yang mengembangkan urusan kemahasiswaan yaitu The International Association of Student Affairs and Services (IASAS). IASAS is currently an informal confederation of higher education student affairs/services professionals from around the world.

 

Program Pengembangan Kemahasiswaan:Konteks Kajian Program Magister

Negara-negara maju memang sangat serius dalam pengembangan student affairs. Banyak perguruan tinggi yang menyelenggarakan mata kuliah, program sertifikasi, konsentrasi dan bahkan mendirikan jurusan/program studi tentang urusan kemahasiswaan/kesiswaan (Student Affairs). Hal ini menunjukkan adanya keseriusan dalam pengelolaan siswa/mahasiswa di negara maju.

Bisa disebutkan disini perguruan tinggi yang menyelenggarakan program sertifkat, seperti Portland State University Student Affairs in Higher Education Graduate Certificate. Mata kuliah yang berkaitan langsung dengan student affairs adalah:

1.    Student Services in Higher Education

2.    Facilitating Student Success

Dua mata kuliah ini menunjukkan bahwa para pemilik program sertifikat ini akan bisa memfasilitasi kesuksesan mahasiswa ketika perkuliahan di perguruan tinggi.

Kajian yang lebih serius berada di program konsentrasi atau penekanan dari program magister seperti Pennstate College of Education menyelenggarakan program M.S. in Higher Education (Student Affairs emphasis), University of Utah menyelenggarakan Master’s Degree with an Emphasis in Student Affairs, dan Western Michigan University mengadakan Higher Education and Student Affairs (HESA) Leadership Concentration. Kajian yang lebih fokus dan mendalam diselenggarakan New York University Steinhardt dengan program MA Higher Education and Student Affairs, serta University of Utah menyelenggarakan Master’s Degree with an Emphasis in Student Affairs, serta Colorado State University menyelenggarakan Master of Science (M.S.) in Student Affairs in Higher Education. Perguruan tinggi yang disebutkan terakhir ini memberikan mata kuliah yang menarik berkaitan dengan kesiswaan maupun kemahasiswaan seperti:

1.    Student Development Theory

2.    Ethical and Practical Issues in Student Affairs

3.    Organizational Behavior in Student Affairs

4.    Inclusive University

5.    Law in Student Affairs

6.    Capstone in Student Affairs

7.    Financial Management in Student Affairs

Mata kuliah yang dipaparkan di atas menunjukkan bahwa urusan kemahasiswaan berkaitan dengan pengembangan kemahasiswaan dari aspek teoritik, hukum, etika, sampai dengan aspek pembiayaannya.

Mata kuliah pada program magister yang mendekati dengan program konseling terjadi di University of Florida yang menyelenggarakan Student Personnel in Higher Education Master’s degree program. Mata kuliah yang berkaitan langsung dengan kemahasiswaaan adalah:

  1. Foundations of Student Affairs
  2. Student Development Theory
  3. Legal, Ethical, & Critical Issues in Student Affairs
  4. Diversity
  5. Counseling Skills
  6. Student Affairs Administration

Mata kuliah konseling menunjukkan bahwa urusan kemahasiswaan memerlukan pendekatan langsung dengan mahasiswa. Dengan konseling diharapkan mahasiswa bisa didampingi dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi.

Keragaman mata kuliah yang lebih dominan dan kuat terjadi di Salem State University pada program M.Ed. Higher Education in Student Affairs (HESA). Mata kuliah yang berkaitan dengan kajian student affairs sebagai berikut:

Mata Kuliah Utama

  1. Student Affairs: Theory, Research and Practice
  2. Theories of College Student Development
  3. Research in Student Affairs
  4. Multicultural Issues in Student Affairs
  5. Assessment and Evaluation in Student Affairs
  6. Helping Skills for Student Affairs Professionals I
  7. Practicum in Student Affairs I
  8. Helping Skills for Student Affairs Professionals II
  9. Capstone Seminar in Student Affairs
  10. Practicum in Student Affairs II

Mata Kuliah Pilihan

  1. Finance in Higher Education
  2. Current Issues in Student Affairs
  3. LGBT Issues in Higher Education
  4. Issues and Trens in International Student Affairs

Kategorisasi mata kuliah tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan mahasiswa memang harus diseriusi dan ditangani oleh orang yang profesional. Penyiapannya harus diberikan bekal dari teoritik sampai dengan praktek.

Keseriusan ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi di negara maju tidak mengabaikan bidang kemahasiswaan/kesiswaan karena bidang ini merupakan ujung tombak bagi perubahan sebuah bangsa. Disamping itu bidang ini akan mempengaruhi dan dipengaruhi perubahan seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dari Student Affairs dan Student Services ke Student Development

Dalam konsep manajemen PT ada tiga istilah yang dipakai berkaitan dengan kemahasiswaan, yaitu:   Student Affairs, Student Service, Student Development, atau yang sejenis. Ketiganya kadang saling menggantikan, kadang menjadi istilah spesifik dan bahkan menjadi istilah yang umum. Kalau diurutkan istilah umumnya adalah student development, baru student services, dan yang terakhir student affairs.

Walker (tth) menyebutkan bahwa Student Affairs is the area within colleges and universities concerned with the development of students outside the classroom. Urusan kemahasiswaan berkaitan dengan perkembangan mahasiswa di luar ruang kuliah. Titik tekannya pada kegiatan di luar ruang kuliah disebut student affairs. Pengertian senada tertulis di website California University, bahwa student affairs berfokus pada mahasiswa agar sukses secara intelektual, emosional, fisik, sosial, dan secara perkembangan. Pengertian tersebut menunjukan bahwa student affair berkaitan dengan urusan kemahasiswaan di luar ruang kuliah sehingga bisa berkembang emosional, fisik, sosial, dan seluruh aspek perkembangan yang lainnya. Untuk bisa berkembang keseluruhan aspek tersebut diperlukan dukungan layanan mahasiswa (student service).

Berkaitan dengan Student Services, Walker (tth) memberikan gambaran student services on most campuses include areas such as dean of students, career services, student health, counseling center, student activities and leadership development, student judicial services, substance abuse prevention, housing, disability support services, international student services, multicultural student services/diversity initiatives and customer service.

Kebanyakan kampus student services meliputi bidang-bidang seperti organisasi kemahasiswaan, layanan karir, kesehatan mahasiswa, pusat konseling, kegiatan mahasiswa dan pengembangan kepemimpinan, layanan peradilan mahasiswa, pencegahan penyalahgunaan zat terlarang, perumahan, dukungan layanan bagi disabilitas, layanan mahasiswa internasional, layanan mahasiswa multikultural / inisiatif layanan keragaman dan layanan bagi pelanggan perguruan tinggi.

Gambaran yang hampir mirip ditulis di webiste University of Nottingham bahwa Student Services provide a range of support, information and specialist services to enhance your student experience and we form part of a comprehensive network of services at the University designed to support you throughout your studies.

Gambaran tersebut menunjukkan bahwa Student Services menyediakan berbagai dukungan, informasi dan spesialis layanan untuk meningkatkan pengalaman mahasiswa yang dirancang untuk mendukung kesuksesan studi mahasiswa.

Urgensi student affairs dan student service menjadikan mahasiswa bisa berkembang semua aspek kehidupannya. Jika di formulasikan sebagai berikut:

 

SD=SA+SS

SD: Student Development

SA: Student Affairs

SS: Student Services

Formulasi tersebut didukung pernyataan Rodgers yang dikutip Lacy N. Karpilo (tth) “the ways that a student grows, progresses, or increases his or her development capabilities as a result of enrollment in an institution of higher education”.

Pengembangannya meliputi proses, filsafat, program, dan teori kemahasiswaan. Seperti pernyataan Peltier (2014) yang mengutip pendapat Evans, Forney, and Guido-DiBrito bahwa student development has been used to describe a process (the changes or growth that occurs in a student during the college experience), a philosophy (thinking of education as being related to the whole person), programs (activities undertaken to encourage change or growth), and a theory or body of research (studies focusing on lateadolescent or early-adulthood).

Pendapat tersebut menunjukkan bahwa pengembangan mahasiswa digunakan untuk menggambarkan proses (perubahan atau pertumbuhan yang terjadi pada mahasiswa selama pengalaman perkuliahan), filsafat (pemikiran pendidikan yang terkait dengan seluruh aspek manusia), program (kegiatan yang dilakukan untuk mendorong perubahan atau pertumbuhan), dan teori atau batang tubuh penelitian (penelitian berfokus pada remaja akhir atau dewasa awal).

Beratnya tantangan tersebut menunjukkan bahwa urusan kemahasiswaan harus ditangani beragam disiplin ilmu yang saling kerjasama. Keilmuan yang terlibat dan dilibatkan meliputi psikologi, sosiologi, biologi manusia, ksehatan mental, kesehatan fisik (kedokteran dan kesehatan), psikiatri, konseling, pendidikan, keolahragaan, komunikasi, manajemen, akuntansi, pemasaran, sumber daya manusia, penelitian pendidikan, serta kajian kepemimpinan. Karena mendasarkan kerjasama lintas ilmu, maka kemahasiswaan harus diurus secara profesional dan tidak bersifat temporal, parsial, dan satu disiplin ilmu. (Muhammad Munadi)

 

 

Daftar Pustaka

Eastlake, Matt. (2005). The Link Between Extracurricular Activities and Soft Skills. Schools Week April 26, 2015. https://www.td.org/Publications/Newsletters/Buzz/2015/05/Link-Between-Extra-Curricular-Activities-and-Soft-Skills

Grove, Jack. (2015). Extra-curricular activities now ‘more important’ to university applications. THE January, 15 2015. https://www.timeshighereducation.co.uk/news/extra-curricular-activities-now-more-important-to-university-applications/2017980.article

Lacy N. Karpilo (tth). Working with College Students: Applying Student Development Theories to Practice.

Massoni, Erin (2011) “Positive Effects of Extra Curricular Activities on Students,” ESSAI: Vol. 9, Article 27. Available at: http://dc.cod.edu/essai/vol9/iss1/27

Peltier, Matthew,. (2014) “The Impact of Faculty Perception of Student Affairs Personnel on Collaborative Initiatives: A Case Study”. Educational Administration: Theses, Dissertations, and Student Research. Paper 172. http://digitalcommons.unl.edu/cehsedaddiss/172

Walker, M. (tth). Working With College Students & Student Development Theory Primer. http://uncw.edu/studentaffairs/pdc/documents/StudentDevelopmentTheorybyM.Walker.pdf

Wilson, Nikki L. (2009). Impact of Extracurricular Activities on Student. Thesis. The Graduate School University of Wisconsin-Stout Menomonie WI.