VISI, MISI, DAN TUJUAN  FAKULTAS ADAB DAN BAHASA

Visi

Menjadi fakultas yang unggul dalam membentuk lulusan yang berakidah kuat, berakhlak mulia dan profesional pada bidang adab dan kebahasaan tingkat ASEAN pada tahun 2025.

Dari visi ini tampak bahwa FAB memproyeksikan dirinya sebagai fakultas yang unggul dalam keilmuan adab dan kebahasaan dalam melahirkan lulusannya di tingkat ASEAN pada 2025. Ada tiga core values yang dikembangkan FAB berdasarkan visi di atas:

Pertama, unggul. Secara bahasa, “unggul” memiliki dua arti, yaitu: 1) lebih tinggi daripada yang lain, dalam artian terbaik dan terutama; 2) menang. Dengan ini, maka unggul mengandung arti “terbaik dan menang”. Terbaik tanpa menang adalah kamuflase, dan menang tanpa terbaik adalah nihilisme. Untuk menjadi terbaik sekaligus pemenang, terutama dalam era Revolusi Industri 4.0, kata kunci yang harus dimilliki setiap lembaga adalah memiliki sifat dan karakter “bersaing” dengan lembaga lain. Orang atau lembaga yang mampu bersaing, maka ia akan terus berusaha dan selalu untuk menjadi yang terbaik dan pemenang. Oleh karena itu, core value yang dapat dimunculkan dari nilai unggul adalah Kompetitif (competitive). Lembaga yang mampu berkompetisi secara global dengan lembaga lain, dengan cara menjadi yang terbaik, itulah yang kemudian menjadi pemenang. Dalam perpektif Pendidikan Abad Ke-21, kesadaran kompetitif ini dapat melahirkan: berpikir kritis, menyelesaikan masalah, komunikasi dan kolaborasi, kreativitas dan inovasi, serta literasi informasi.

Kedua, akidah kuat dan akhlak mulia. Merujuk pada hadis Nabi “Orang Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya” (HR. Abu Daud [hadis no. 4682], Tirmidzi [hadis no. 1162 dan Ahmad [hadis no. 527], dari Abu Hurairah), maka dapat dipahami secara mafhum mukhalafah bahwa setiap orang yang memiliki akhlak mulia, ia secara otomatis beriman, karena iman merupakan landasannya, dan akhlak adalah manifestasi dari keimanannya. Dengan ini, cukup penyebutan akhlak mulia saja, karena sudah mewakili keimanan, dan akan menjadi redundant ketika disebutkan keduanya. Dalam ajaran Islam, akhlak mulia dapat dimaknai sebagai sebuah kesalehan (piety), baik yang bersifat individual (ibadah) ataupun yang bersifat sosial (muamalah). Menjadi orang saleh (pious) adalah penting dalam Islam, sebagai bentuk dan manifestasi dari keimanan seorang Muslim. Oleh karena itu, nilai yang dapat dipersepsikan dari visi FAB di atas adalah pious (saleh). Dalam konteks Islam Indonesia, kesalehan tentu saja harus berkait-kelindan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam arti bahwa kesalehan seorang Muslim Indonesia harus terkait komitmen kebangsaannya, sikap toleransinya, prilaku antikekerasannya, dan akomodasinya terhadap budaya lokal. Inilah watak moderat Islam Indonesia. Oleh karena itu, pious-moderate (saleh-moderat) dapat menjadi salah satu core value FAB sesuai visinya.

Ketiga, profesional, yaitu berkaitan dengan profesi di mana diperlukan keahlian khusus dalam menjalankannya. Terma “Profesi” menurut Talcott Parsons memuat tiga core, yaitu: professional knowledge (pengetahuan profesional yang besifat teoritis), professional competence (kompetensi profesional yang bersifat praktis), dan professional values (nilai-nilai profesionalitas yang terkandung dan menjadi kesepakatan bersama dalam sebuah profesi). Keilmuan adab dan kebahasaan yang ada di FAB tentu saja berbasis pada core ini, sehingga Professional menjadi salah salah satu core value-nya.

Dengan demikian, core values yang dimiliki FAB berdasarkan visi di atas adalah: Competitive, Pious-Moderate, Professional. Ketiga core values ini untuk kemudian secara ideal curriculum terwadahi dalam tiga mata kuliah kefakultasan, yaitu: Literasi Digital, Wawasan Moderasi Beragama, dan Filsafat dan Pengantar Profesi.

Misi

  1. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran untuk pengembangan keilmuan adab dan kebahasaan berbasis teknologi informasi yang diintegrasikan dengan kearifan lokal.
  2. Menyelenggarakan penelitian untuk pengembangan keilmuan adab dan kebahasaan.
  3. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat untuk pengembangan dan penerapan keilmuan adab dan kebahasaan.
  4. Menyelenggarakan tata kelola yang Islami dan memperluas kerjasama dengan berbagai pihak yang terkait dengan keilmuan adab dan kebahasaan.

 Tujuan

  1. Menghasilkan lulusan keilmuan adab dan kebahasaan yang profesional, kompetitif, dan berkarakter Islam yang dapat menjadi acuan secara nasional maupun regional.
  2. Menghasilkan temuan-temuan penelitian inovatif dalam bidang keilmuan adab dan kebahasaan.
  3. Menghasilkan layanan masyarakat yang berkaitan dengan keilmuan adab dan kebahasaan dalam berbagai bentuk, baik akademik maupun non akademik.
  4. Menghasilkan tata kelola yang Islami dan memperluas kerjasama dengan berbagai pihak yang terkait dengan keilmuan adab dan kebahasaan.